Thursday, March 19, 2015

KWEK KWEK


Ledug, Kembaran - 21 Februari 2015

JENUH, begitu umumnya yang kerap dirasakan para pensiunan jika setiap hari hanya berdiam diri dirumah, tak ada kesibukan atau kegiatan setelahnya. Meski tidak banyak juga yang menikmati masa setelah pensiun hanya dengan bermalas-malasan. Berbeda dengan yang dilakukan oleh Pak Amiruddin (58), beliau sebelumnya adalah PNS - Dinas Perdagangan di Jakarta. Berangkat dari rasa jenuh tadi, setelah masa pensiun beliau pada tahun lalu (2013), Pak Amiruddin sering melakukan ‘browsing’ atau ‘searching’ tentang bagaimana cara mengisi kesibukan, mendapat kesenangan dan juga bisa menghasilkan uang, plus minimal bisa membantu orang sekitar yang membutuhkan pekerjaan.



Ternak bebek menjadi pilihan Pak Amiruddin untuk memulai ‘kesibukan’ barunya. Pada bulan Desember 2014, dengan bermodalkan 100 ekor bebek, belaiau menyewa tanah seluas l/k 15 ubin di daerah Pesawahan di pinggir jalan antara Desa Ledug – Kampung Beber, yang separuhnya beliau jadikan kandang. Beliau juga dibantu oleh Pak Arjo Gales dan Pak Wono, dua orang karyawan yang tugas sehari-harinya adalah mengurus segala keperluan “si bebek”.





Sekarang jumlah bebek yang di ternak sudah meningkat menjadi 800 ekor (500 ekor sudah bisa menghasilkan telur , 300 ekor lagi masih dere). Dari 500 ekor bebek bisa menghasilkan l/k 250 butir telur dalam sehari. Itu saja Pak Amiruddin kewalahan dalam melayani banyaknya permintaan dari para pembeli yang datang langsung ke peternakan. Harga telur di peternakan dijual Rp.1700/butir, yang harga di pasar biasa dijual Rp.2500/butir. Keuntungan ternak bebek petelur, sampai saat ini budidaya bebek masih menjadi pilihan. Karena, bebek memiliki daya tahan yang cukup tinggi dari serangan penyakit, termasuk flu burung. Ini tak terlepas dari faktor bawaan (carrier) bebek yang memang memiliki kekebalan terhadap serangan virus tersebut.




Tetapi bukan berarti Pak Amiruddin lantas mengabaikan untuk tidak memberikan vaksin terhadap bebek yang diternaknya. Beliau menghabiskan sekitar Rp.4 juta untuk memberikan vaksin dengan cara mendatangkan dokter hewan dari Banyumas. Budidaya bebek petelur juga memiliki beberapa keuntungan. Pertama, dari segi pemeliharaan, beternak bebek memang lebih mudah dibandingkan dengan beternak ayam. Di samping kegiatan yang dilakukan lebih sedikit, beternak bebek juga tidak dipusingkan dengan jadwal vaksin yang harus dilakukan terhadap unggas. Dari segi pakan, 800 ekor bebek menghabiskan campuran 60kg dedak, 60kg jagung dan 40kg vur untuk 2 kali makan, jam 9 pagi dan jam 3 sore. Vur disini berguna sekali untuk perangsang telur. Banyak bahan yang bisa dijadikan pakan campuran dengan konsentrat. Seperti katul, jagung, karak nasi, roti kadaluwarsa, krupuk kadaluwarsa, menir, dan lain-lain.





Tidak mengherankan, kalau ransum di satu daerah peternakan, berbeda dengan daerah lainnya. Justru, ketepatan strategi mengolah pakan potensial setempat, akan sangat menguntungkan peternak. Pengolahan pakan untuk bebek dapat berupa menir, katul, gaplek, roti kadaluwarsa, karak nasi, dan lain-lain. Setelah pemberian pakan pada pagi hari, dua jam setelahnya biasanya bebek2 diberikan lagi pakan berupa rajangan eceng gondok sebanyak l/k dua kandhi, yang fungsinya adalah untuk mendinginkan perut agar bebek menjadi tenang dan nyaman.



Keuntungan ternak bebek petelur lumayan menggiurkan. Strategi yang harus dilakukan yaitu menyiasati pengeluaran pakan dengan penyusunan pakan dan bahan yang murah tetapi tetap memenuhi kebutuhan kalori maupun protein bebek petelur.

Semoga bisa menjadikan inspirasi.

- Salam kopigrafi -

Popular Posts

Followers

Blogroll

Recent Posts